Breaking

Sunday, 25 November 2018

Perbedaan Busi Logam Mulia di Toyota Innova

Perbedaan Busi Logam Mulia di Toyota Innova

Perbedaan Busi Logam Mulia di Toyota Innova
Busi Mobil Toyota Innova

TEKNOLOGI - Toyota Innova dan sejumlah mobil keluaran terbaru belakangan ini menggunakan busi berbeda. Jenis logam yang digunakan pada busi tersebut termasuk sebagai logam mulia.

Penggunaan logam mulia ini beragam dalam setiap jenis busi. Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia mengatakan bahwa "busi yang beredar saat ini dibedakan pada jenis standar, iridium, dan laser. Laser dan busi iridium adalah busi yang menggunakan logam mulia yang standar ini tidak ada logam mulia. Bahan yang seperti iridum, platinum, ada yang silver, emas. Untuk yang standar itu nikel, tidak masuk logam mulia," Ungkap nya.

Untuk busi standar berelektroda nikel, standar jangka pakainya adalah 6.000 km untuk sepeda motor dan 20.000 km untuk mobil. Pada masa tempuh jarak sejauh itu, Semua busi rata-rata mulai mengalami erosi atau ketika jarak antar-elektroda lebih merenggang dan berpengaruh pada performa mobil.

"Untuk logam mulia dalam bentuk tunggal, G-Power dan Iridium. Ini logam mulianya biasanya platinum atau iridium. Yang ini masa pakainya bermaacam-macam. Karena pada awal  memasangkannya pada awal dari pabrikan atau tidak. Ini dianggap sebagai aksesori meningkatan performance kendaraan," kata dia.

Masa pakai busi yang memakai logam mulia tunggal bisa seperti  dengan yang standar atau pun lebih lama dari yang standar.

"Untuk yang laser, ini dengan logam mulia ganda. Bahannya sendiri bisa platinum-iridium di bagian elektroda pusat, dan di elektroda ground. Untuk di motor sepertinya  jarang yang pakai laser kecuali motor-motor besar. Harley,dan  Ducati.

Jarak  pemakaian busi laser bisa mencapai 100.000 km berdasarkan uji laboratorium NGK. Di Innova sendiri, kode busi ini sudah berbeda. Untuk  lama adalah 1VEET sedangkan yang baru adalah 3MRTE.

Di luar masa pakai berdasarkan uji lab ini, ada baiknya masa pakai busi dilihat dari kerusakannya.
"Jika busi standar, kerusakannya di bagian pusat dan di ground. Kalau untuk logam mulia tunggal di ground karena bahan sentralnya platinum. Sedangkan untuk yang ganda, biasanya kerusakannya di bagian pinggir-pinggir," kata dia.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact

Featured post

Prediksi Motor yang Akan Lahir di Tahun 2019

BERITA - Perkembangan Dunia Otomotif di Indonesia sangatlah pesat, salah satunya adalah motor. Setiap tahun selalu ada Inovasi Motor...